JAKARTA, PROJO.or.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mematahkan berbagai isu miring yang mencoba membenturkan Presiden Prabowo Subianto dengan mantan Presiden Joko Widodo.
Bahlil menegaskan bahwa hubungan kedua tokoh bangsa tersebut memiliki ikatan yang sangat kuat dan tidak mudah digoyahkan oleh narasi luar.
Dalam bincang-bincang di YouTube Total Politik, Bahlil menyatakan bahwa upaya mengadu domba kedua pemimpin ini adalah tindakan yang tidak memiliki dasar kuat.
Menurutnya, publik tidak perlu berspekulasi karena hubungan Prabowo-Jokowi didasarkan pada rekam jejak perjuangan yang panjang.
“Yang tahu hubungan Pak Prabowo dan Pak Jokowi hanya mereka berdua,” tegas Bahlil, menekankan bahwa ada kedekatan personal yang tidak terlihat di permukaan.
Kesinambungan Kepemimpinan dan Loyalitas
Bahlil melihat bahwa hubungan harmonis antara Prabowo dan Jokowi bukan sekadar soal politik, melainkan soal karakter dan cara menghargai kebaikan serta jasa orang lain. Hal ini, menurut Bahlil, sejalan dengan prinsip hidupnya yang selalu mengingat dukungan kawan-kawan lamanya, seperti saat ia masih berjuang di Fakfak.
“Karena mungkin mereka juga punya kontribusi terhadap proses saya seperti ini. Minimal doa,” ujarnya. Prinsip menghargai kontribusi orang lain inilah yang ia lihat juga ada pada hubungan kedua pemimpin tersebut.
Dalam konteks pengabdian kepada negara, Bahlil menekankan bahwa hubungan baik Prabowo dan Jokowi tercermin dari etos kerja di kabinet saat ini. Ia menegaskan bahwa loyalitas kepada pimpinan adalah harga mati yang dibuktikan dengan hasil nyata.
“Loyal Totalitasnya Kerja”
Bahlil memastikan bahwa transisi dan keberlanjutan kepemimpinan berjalan sangat mulus karena adanya keselarasan visi. Ia menegaskan bahwa apa yang telah diajarkan oleh Jokowi kini diperkuat kembali oleh Presiden Prabowo.
Esensi Hubungan Prabowo-Jokowi dalam Kabinet:
- Visi yang Selaras: Tidak ada celah untuk narasi benturan karena keduanya fokus pada keberlanjutan pembangunan.
- Etos Kerja: Semangat kerja keras yang diwariskan Jokowi kini mendapatkan penegasan dari kepemimpinan Prabowo yang disiplin.
- Loyalitas Tanpa Syarat: Bahlil menegaskan bahwa kesetiaan kepada Presiden Prabowo adalah wujud dari pengabdian total, sebagaimana ia menghormati jasa-jasa pemimpin sebelumnya.
“Loyal totalitasnya kerja,” pungkas Bahlil, menutup diskusi mengenai pentingnya menjaga soliditas kepemimpinan demi stabilitas nasional.***










