JAKARTA, PROJO.or.id– Di tengah dinamika politik dan situasi global yang kian memanas, Ketua Umum DPP Projo, Budi Arie Setiadi, melontarkan pesan menyejukkan bagi jajaran elit pemerintahan.
Ia menyerukan agar para pemangku kebijakan bersikap lebih arif dan bijaksana dalam merespons kritik dari masyarakat.
Menurut Budi Arie, kritik di tengah ketidakpastian global saat ini seharusnya tidak dianggap sebagai hambatan, melainkan sebagai energi penguat bagi bangsa.
“Indonesia adalah rumah kita bersama. Sekecil apa pun, sebagai warga negara kita punya tanggung jawab. Kritik harus dipandang sebagai masukan membangun, bukan ancaman,” tegas Budi Arie dalam keterangannya, Sabtu (14/3/2026).
Waspada Dampak Geopolitik Global
Pesan ini bukan tanpa alasan. Budi Arie menyoroti guncangan ekonomi dan keamanan global yang mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat lapisan bawah di Indonesia.
Sejalan dengan peringatan Presiden Prabowo Subianto mengenai potensi kesulitan akibat konflik di Timur Tengah, sosok yang memimpin Projo sejak 2014 ini mengajak seluruh elemen bangsa untuk tidak kehilangan optimisme.
Ia merujuk pada keberhasilan Indonesia melewati krisis pandemi Covid-19 sebagai bukti sahih bahwa kolaborasi antara pemerintah dan rakyat adalah kunci utama bertahan dari badai.
“Kita harus membangun wawasan global karena setiap peristiwa di luar negeri akan berdampak ke dalam negeri. Namun, kita harus percaya diri bahwa bangsa ini mampu melewati badai jika kita tetap bersatu,” tambahnya.
Projo Siap Jadi Wadah Solusi Strategis
Lebih lanjut, Budi Arie menegaskan bahwa Projo berkomitmen untuk menjadi wadah bagi setiap kritik yang membangun. Baginya, keterbukaan terhadap aspirasi, baik dari masyarakat luas maupun akademisi, adalah investasi langsung bagi masa depan Indonesia.
Ia menekankan pentingnya Patriotisme yang Solutif—sebuah semangat membela negara yang dibarengi dengan pemberian solusi praktis bagi permasalahan bangsa.
“Revitalisasi semangat patriotisme dan kewaspadaan nasional sangat diperlukan. Dengan optimisme dan kerendahan hati untuk mendengar, kita pasti bisa melewati masa sulit ini bersama-sama,” pungkasnya.***










