JAKARTA, PROJO.or.id – Momentum Idulfitri 2026 menjadi panggung keakraban para pemimpin bangsa. Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), bersama keluarga menghadiri acara open house yang digelar oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (21/3/2026) malam.
Kehadiran Jokowi tidak sendirian. Ia didampingi oleh Iriana Jokowi, serta putra bungsunya yang juga Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, beserta Erina Gudono. Cucu Jokowi, Bebingah Sang Tansahayu, turut hadir melengkapi kekompakan keluarga tersebut dengan busana bernuansa senada.
Berdasarkan dokumentasi Biro Pers Sekretariat Presiden, kedatangan keluarga Jokowi disambut langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan putranya, Didit Hediprasetyo.
Pertemuan tersebut berlangsung cair; mereka tampak berbincang santai di sebuah meja oval dalam suasana yang sangat akrab.
View this post on Instagram
Kehadiran Tokoh Bangsa
Selain keluarga Jokowi, suasana di Istana Merdeka juga diwarnai kehadiran Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
SBY hadir bersama keluarga besar, termasuk Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) serta Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas).
Keluarga besar SBY tampil kompak mengenakan seragam berwarna krem. Sama seperti saat menyambut Jokowi, Prabowo juga menjamu keluarga SBY di meja oval untuk berdiskusi santai di sela-sela perayaan hari kemenangan.
Simbol Estafet Kepemimpinan
Pertemuan antara Presiden aktif dengan dua pendahulunya ini dipandang sebagai simbol kuatnya rekonsiliasi dan keberlanjutan komunikasi antar-pemimpin Indonesia.
Usai silaturahmi, Prabowo bersama Didit Hediprasetyo mengantar langsung Jokowi dan keluarga hingga ke mobil, menunjukkan penghormatan yang mendalam bagi sang pendahulu.
Selain tokoh politik, sejumlah tokoh nasional seperti pengusaha Chairul Tanjung beserta istri, Anita Tanjung, juga tampak hadir dalam rangkaian acara open house yang berlangsung hingga pukul 21.00 WIB tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, suasana di sekitar Istana Merdeka masih terpantau kondusif dengan pengamanan protokoler ketat, sementara masyarakat terus memantau momen-momen langka pertemuan “tiga presiden” ini melalui berbagai kanal informasi resmi.***










