JAKARTA, PROJO.or.id – Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) tengah memberikan penanganan medis super intensif kepada aktivis yang juga Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus (27). Andrie menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal pada Kamis (12/3) malam lalu.
Sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam perlindungan warga negara, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan seluruh biaya pengobatan Andrie Yunus ditanggung sepenuhnya oleh negara.
Kronologi dan Tindakan Medis Cepat
Manajer Hukum dan Humas RSCM, Yoga Nara, mengungkapkan bahwa pasien tiba di IGD RSCM pada Jumat (13/3) dini hari sekitar pukul 00.00 WIB. Tim medis langsung bergerak cepat melakukan stabilisasi terhadap luka bakar yang diderita korban.
“Pemeriksaan menggunakan indikator pH menunjukkan adanya paparan zat kimia bersifat asam pada area luka. Tim medis segera melakukan irigasi atau pencucian pada area terpapar untuk menetralisir zat kimia tersebut,” ujar Yoga dalam keterangan resminya, Selasa (17/3).
Berdasarkan penilaian medis terbaru, Andrie mengalami:
-
Luka bakar sekitar 20% pada area wajah, leher, dada, punggung, dan kedua lengan.
-
Trauma kimia pada mata kanan dengan derajat keparahan tingkat tiga (fase akut).
-
Kerusakan permukaan kornea yang menyebabkan penurunan tajam penglihatan.
Penanganan Multidisiplin di HCU
Untuk memulihkan kondisi korban, RSCM mengerahkan tim medis multidisiplin yang terdiri dari dokter spesialis mata, bedah plastik rekonstruksi, hingga tim kegawatdaruratan. Pasien saat ini dirawat di High Care Unit (HCU) Spesialis Luka Bakar.
Yoga meluruskan kabar burung yang beredar di media sosial mengenai kondisi mata korban. Ia menegaskan tidak ada pengangkatan organ vital, melainkan tindakan transplantasi membran amnion untuk melindungi permukaan mata dan mendukung regenerasi jaringan kornea.
“Saat ini kondisi umum pasien sudah stabil dan tidak mengancam jiwa. Terapi terus diberikan meliputi antibiotik, anti-inflamasi, dan pemantauan tekanan bola mata,” tambahnya.
Kemenkes Gratiskan Biaya, Polisi Buru Pelaku
Juru Bicara Kemenkes, Widyawati, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan korban menanggung beban sendirian. “Iya, dirawat di RSCM dan akan kita gratiskan,” tegasnya singkat di Jakarta.
Sementara itu, pihak kepolisian terus bergerak mengejar pelaku. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, menyatakan pihaknya sedang membedah rekaman dari 86 titik kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian untuk melacak pergerakan pelaku.
Pihak KontraS melalui Kepala Divisi Pemantauan Impunitas, Jane Rosalina, mengapresiasi langkah medis yang dilakukan RSCM. Meski diprediksi memakan waktu lama seperti kasus Novel Baswedan, pihak keluarga dan kolega berharap proses pemulihan Andrie dapat berjalan optimal melalui bantuan medis terbaik dari negara.***










