SOLO, PROJO.or.id – Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), bereaksi keras terhadap isu-isu yang meramalkan adanya kekacauan (chaos) dalam waktu dekat.
Dalam pidatonya di acara Silaturahmi Kebangsaan dan Halal bi Halal Youtuber Nusantara di Solo hari ini (4/4/2026), Jokowi meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak termakan provokasi yang bersifat menakut-nakuti.
Tangkis Isu Provokatif
Di hadapan ratusan kreator konten digital, Jokowi secara blak-blakan menyentil adanya pihak-pihak yang mencoba membangun suasana mencekam di tengah masyarakat. Beliau meminta agar rakyat Indonesia tidak terpengaruh oleh narasi negatif yang tidak berdasar.
“Jangan takut akan narasi dalam dua atau tiga bulan keos (kekacauan). Kita jangan mau diprovokasi oleh hal-hal seperti itu,” tegas Jokowi dengan nada bicara yang mantap.
Menurutnya, memproduksi kebisingan yang tidak perlu hanya akan merugikan stabilitas bangsa.
Beliau mengingatkan bahwa jika ada informasi yang masih diragukan kebenarannya atau sekadar “katanya”, sebaiknya tidak diangkat ke permukaan agar tidak menimbulkan kegaduhan.
Kekompakan Sebagai Kunci Utama
Jokowi menekankan bahwa posisi Indonesia saat ini sangat membutuhkan harmoni dan persatuan untuk menghadapi berbagai tantangan global yang berisiko tinggi.
Dibandingkan menciptakan ketakutan, beliau mengajak semua pihak untuk menggunakan kekuatannya demi memberikan kedamaian kepada masyarakat.
“Negara ini dalam posisi seperti sekarang sangat membutuhkan kekompakan. Kita sangat membutuhkan keharmonisan di antara kita, sangat membutuhkan persatuan yang dijaga sepenuhnya,” lanjutnya.
Waspada Tanpa Rasa Takut
Meski menyerukan kedamaian, Jokowi tetap mengingatkan pentingnya sikap waspada dalam menghadapi tantangan zaman.
Namun, kewaspadaan tersebut tidak boleh berubah menjadi ketakutan yang melumpuhkan produktivitas bangsa.
“Waspada itu harus dilakukan, tapi jangan takut. Karena kami percaya, dengan kebersamaan dan informasi yang baik serta sehat, kita akan menjaga negara yang kita cintai ini bersama-sama,” pungkasnya.
Hadirnya tokoh-tokoh konten kreator dalam acara ini diharapkan Jokowi dapat menjadi garda terdepan dalam menyebarkan informasi yang menyejukkan, sekaligus meredam isu-isu provokatif yang dapat memecah belah persatuan.***










